SejarahSMA DARUSSALAM

bt_bb_section_bottom_section_coverage_image

Sejarah SMA Darussalam

SMA Darussalam (SMADA) merupakan salah satu pendidikan normal yang ada di Yayasan Pondok Pesantren Darussalam Blokagung. Awal berdirinya SMA Darussalam dilatar belakangi oleh berdirinya Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam (STAIDA) yang saat ini merambah lebih tinggi menjadi Institut Agama Islam Darussalam (IAIDA). Dimana dulu para wali santri banyak ang mengeluh karena anaknya yang mondok tidak mencapai target yang diprediksikan pesantren yaitu 8 tahun/ tamat Ulya. Disisi lain para santri banyak yang boyong sebelum tamat diniyyah dengan dalih mengejar kuliah. Akhirnya munculah inisiatif dari dewan pengasuh untuk mendirikan perguruan tinggi di bumi Darussalam.

Setelah hal tersebut telah disetujui bersama, munculah masalah baru, yakni kalau di situ terdapat perguruan tinggi rasanya tidak cukup kalau sekolah tingkat SLTA di Pondok Pesantren Darussalam hanya ada MA Al Amiriyyah dan SMK Darussalam. Akhirnya, demi kelengkapan dan keseimbangan pendidikan formal di Yayasan Pondok Pesantren Darussalam ini, maka disepakati pulalah inisiatif pengasuh tersebut.

Setelah rencanan pendirian STAIDA dan SMADA disepakati bersama, melanjut ke urusan surat penagajuan. Untuk urusan SMADA pengasuh menunjuk bapak Drs. Anas Saeroji yang saat itu tengah menjabat sebagai kepala sekolah SMP Plus Darussalam. Sedangkan untuk STAIDA dewan pengasuh menunjuk bapak Joko Supriono , S.Pd.

Keduanya berangkat ke Dinas Pendidikan Banyuwangi untuk mengajukan permohonan izin mendirikan sekolah. Karena syarat untuk mengajukan permohonan izn pendirian sekolah harus ada kepala sekolahnya, sedangkan pada waktu itu bapak Drs. Anas Saeroji masih menjabat sebagai kepala sekolah SMP Plus Darussalam, maka ditulis atas nama bapak Syamsul Ma’arif (kepala sekolah periode kedua) sebagai kepala sekolah SMA Darussalam.

Setelah tenggang waktu kira-kia satu bulan, surat Keputusan dari Dinas Pendidikan diterima. Untuk mendapat rekomendasi resmi keuanya berangkat menuju Dinas Pendidkan Provinsi dan Pusat.

Lucunya, sambil menunggu keputusan turun, SMA Darussalam sudah menerima siswa didik baru, sedangkan pada waktu itu belum mendapat pangakuan dan pengesahan berdirinya sekolah dari Dinas provinsi maupun pusat. Jumlah siswa didik baru pada saat pendaftaran berjumlah sekita 42 siswa. Dengan 31 siswa putra dan 11 siswi putri.

Melihat jumlah yang sangat minim, terutama pada siswi nya. Rasa iba dan prihatin pun muncul dari pengasuh dan unit lain mlihat hal tersebut. Akhirnya SMA Darussalm mendapat tambahan 7 siswa. Walaupun demikian jumlah siswa-siswi SMA Darussalam masih di bawah standart persyaratan berdirinya sekolah. Namun berkat kegigihan dan keuletan bapak Drs. Anas Saeroji dalam mempertahankan berdirinya SMA Darussalam, maka dari pihak Yayasan masih mempertahankannya.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, siswa-siswi SMA Darussalm pun mendapat pelajaran sebagaimana mestinya. Setelah berjalan kira kira dua bulan ejekan, hinaan, dan prasangka prasangka buruk pun muncul. baik itu dari unit unit lain maupun wali murid sendiri. ini semua dikarenakan selama masabelajar mengajar berlangsung, ternyata surat keputusan (SK) dan surat pengesahan berdirinya sma darussalam dari dinas pusat belum juga turun, istilahnya sma darussalam belum diakui oleh negara sebagai “sekolah ilegal”.

efek sampingnya siswa siswi pun banyak yang ragu dan minder untuk melanjutkan sekolah di sma darussalam. hingga pada akhirnya, sma daussalam merelakan lepasnya 2 siswinya yang hanya berjumlah 12 siswi. sedangkan 47 lainya tetap bertahan demi nama baik dan tegaknya sma darussalam.

Alhamdulilahhirobbilalamin itulah ungkapan yang banyak diungkapkan oleh siswa siswi sma darussalam setelah turunnya surat keputusan (SK) dari dinas pusat. tepatnya pada tanggal 16 Juli 2001. Pada tanggal, bulan, dan tahun inilah SMA Darussalam resmi berdiri dengan nama SMU Darussalam. Bapak Drs. Anas Saeroji ditunjuk sebagai kepala sekolah SMA Darussalam, sedangkan bapak Joko Supriono, S.Pd. Sebagai ketua 1 di STAI Darussalam. Ini semua tak lepas dari kegigihan dan jasa bapak Drs. Anas Saeroji, serta perjuangan para kakak kelas kita yang tabah dan tetap setia terhadap sekolahnya. Kita sebagai generasi penerus patut kiranya bersyukur dan berterima kasih atas perjuangan yang telah mendirikan SMADA. Sehingga sekarang telah menjadi sekolah yang berstandar mutu tinggi danmendapat akreditasi A.

Hingga saat ini SMA Darussalam telah mendapat prestasi-prestasi yang gemilang, baik dalam tingkat Yayasan, kecamatan, kabupaten, Provinsi, hingga nasional Bahkan salah satu siswa SMA Darussalam pernah dikirim ke Amerika Serikat menjadi duta pelajar. Awal SMADA meraih prestasi yaitu ketika OSIDA mengadakan tournament sepak bola antar unit se Yayasan Pondok Pesantren Darussalam. Uniknya pada waktu final SMA Darussalam tanding melawan teman klub nya sendiri, yang akhirnya juara 1 dan 2 diraih oleh SMA Darussalam, pencapaian hebat diusia yang masih dini dibanding dengan unit-unit lain. Hingga sampai sekarang pun SMA Darussalam masih banyak meraih prestasi, antara lain dua kali berturut-turut Juara 1 Festival Hadrah Pelajar se-Jawa & Bali, tiga kali berturut-turut Juara 2 Penyajian Terbaik Teater se-Banyuwangi, Juara 3 Kesehatan Remaja & Kreasi Daur Ulang se-Jawa Timur, Juara 3 LKBB putra & putri se-Banyuwangi, dan masih banyak lagi prestasi-prestasi yang telah diraih siswa-siswi SMA Darussalam.

Dari tahun ke tahun ternyata siswa yang masuk ke SMA Darussalam pun semakin banyak hingga lokal yang ada tidak mencukupi. Hingga saat ini siswa yang masuk ke SMA Darussalam kurang lebih berjumlah 500 siswa, baik dari pondok maupun dari desa. Di dalam pengajarannya SMA Darussalam tidak keluar dari landasan agama dan Pondok Pesantren. Maka semua sistem belajar mengajarnya tatap mengikuti aturan-aturan yang ada di Pondok Pesantren Darussalam.

Adapun jurusan yang pertama kali dibuka oleh SMA Darussalam adalah jurusan IPA. Sebab jurusan tersebut mencerminkan siswa yang be-IQ tinggi dan sifatnya fleksibel. Sehingga lulusan dari program tersebut dapat masuk ke jurusan yang lebih banyak ketika dalam bangku perguruan tinggi nantinya. Setelah program IPA dijalankan program Bahasa dibuka dan melanjut ke program IPS yang masih berjalan satu tahun.

Pada tahun 2004 nama SMU Darussalam diganti menjadi SMA Darussalam. Pergantian nama ini bukanlah inisiatif dari dewan pengasuh Pondok Pesantren Darussalam. Akan tetapi perlu diketahui perubahan nama SMU menjadi SMA ini turun langsung direkomendasikan dari Dinas Pendidikan Pusat untuk seluruh SLTA se-Indonesia.

*Jas Merah SMADA = Jangan Sekali Kali Melupakan Sejarah SMADA

Contact us
Blokagung,Tegalsari, Banyuwangi,
+2342 5446 67
office@smadarussalam.sch.id
Newsletter